Di Bawah Pohon Mahoni - Adimas Immanuel

01.37 Pohon Belimbing 0 Comments


Aku pernah duduk di bawah pohon mahoni
dan melihat dunia berlari teramat lambat
dan awan-awan senantiasa berkejaran, 
melarikan diri dari kesedihan dan luka
yang ajek menuntut tepati perintah 
untuk menjaga bumi dan seisinya.

Kala itu, aku yakin pohon mahoni
pelindungku dari pertempuran ini.

Mengapa harus ada pertempuran
yang musuhnya tak aku ketahui?

Batangnya tidak berbanir, memanggil
pulang masa kecil yang bertahun-tahun
dilarikan cuaca, rutinitas dan jam kerja.
Kulit luar berwarna cokelat kehitaman, 
beralur dangkal seperti sisik yang biasa
muncul di wajah yang disekap trauma.

Mengapa harus ada trauma
jika kesedihan seperti minum kopi,
seperti kebiasaan sehari-hari?

Ia tumbuh liar di hutan dan di jalanan
tumbuh sendiri dalam dunia yang
menuntut semua berpasang-pasangan,
seperti kata aduh yang ditunda keluar
dari mulut kita yang senantiasa lapar.

Apakah jika manusia tersedu-sedan
Tuhan juga butuh perlindungan?

Rupanya kau hembus angin itu,
membakarku dalam jerat api
yang panasnya kucintai.

Jakarta, 2015

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Kenalan dengan saya disini!