Yang Berkejaran di Kota Ini - Adimas Immanuel


Kota ini pendulum raksasa. Sepi sesekali 
melenting ke sini sesekali ke sana.
Malam meringkus kita lewat banyak tetapi.

Kota ini sejumlah kenyataan yang berlari,
sebab dalam lututku kutanam bahasa 
yang kelak akan mengingatkanmu:
cinta yang kuat pun butuh kuda-kuda. 

Kota ini mengalirkan sejumlah ingatan
dari hutan percakapan yang tak tersusuri, 
sebab kau adalah bau getah damar 
di kapak penebang itu: getir waktu. 

Kota ini masih akan berselubung duri,
selama kita masih nada sambung telfon 
yang putus asa dan terus mencari.


Jakarta, 2015


Antara - Adimas Immanuel

Sejumlah cerita tak punya
katup pernapasan yang baik.
Sejumlah nasib harus tersedak:
tersangkut pangkal lidah kemarin
dan gelap kerongkongan esok.

Tapi Tuhan terjaga di batas antara
padang sungkur dan lapang syukur
para buruh. KuasaNya bergemuruh
menjaga lantur dan dengkur mereka.

Jakarta, 2015

http://www.adimasimmanuel.com/2015/05/antara.html

Sefer Tehillim - Adimas Immanuel


Seluruh rasa bersalahku bukan milikmu lagi sejak parit di kota ini bertalu-talu menjerit, terhimpit  sajak yang sakit. Sejak sel-sel darahku membeku seperti permata yaspis, doa dalam tanganku mengeras jadi bentangan gunung batu. Kelemahanku luwung berlindung dalam bening getah kesumat, siap mengesumba kota dengan amarah imamat. Kota ini tidak berlumut, tidak lisut akibat mulut penghasut. Malam kota ini tak tunduk mengadu kepada bayang matahari di gigir tengkukmu. Waktu menghapusku, sekam yang ditiup angin. Waktu memupusku, gunung terpasung laut dingin. Seluruh rasa bersalahku menolak membungkuk-bungkuk selain kepada langit yang kelak memenjarakannya. Sejak pengajaran jadi pengejaran-pengejaran melelahkan dan kekosongan seolah tak pernah landai, tak pernah membuat ketidaktahuanku sampai.

Aku ingin mencintaimu tanpa perasaan waswas. Kecemasan hanya boleh memberi lekuk pada tubuh malam. Sedangkan aku cukup jadi pelintasan yang lapang. Aku ingin mencintaimu dengan perasaan mawas para kerub yang berjaga di jalan pohon kehidupan. Masihkah kau terima sungkur di antara lalai dengkurku, jika kenangan tak seharum nilam dan ranjang trauma tak berlapik tilam? Aku ingin memujamu dengan seribu dendam yang menyatu di tembikar tukang periuk. Aku ingin mencintaimu dengan sisa-sisa demam yang meleleh dalam nganga belanga murkamu, meski nantinya tertimbun dosa, dibusukkan rimbun suara, lupa sejuk embun di liang api selamanya.

2015


Rekomendasi Novel Indonesia (yang sudah saya baca)

  1. Bumi Manusia - Pramoedya Ananta Toer
  2. Rumah Kaca - Pramoedya A T
  3. Gadis Pantai - Pramoedya A T
  4. Anak Semua Bangsa - Pramoedya Ananta Toer
  5. Laskar Pelangi - Andrea Hirata
  6. Sang Pemimpi - Andrea Hirata
  7. Edensor - Andrea Hirata
  8. Maryamah Karpov - Andrea Hirata
  9. Padang Bulan - Andrea Hirata
  10. Cinta Di Dalam Gelas - Andrea Hirata
  11. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk - HAMKA
  12. Burung Burung Manyar - Y B Mangunwijaya
  13. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin - Tere Liye
  14. Negeri Para Bedebah - Tere Liye
  15. Hafalan Shalat Delisa - Tere Liye
  16. Negeri Di Ujung Tanduk - Tere Liye
  17. Saman - Ayu Utami
  18. Bilangan Fu - Ayu Utami
  19. Maya - Ayu Utami
  20. Lalita - Ayu Utami
  21. Kerudung Merah Kirmizi - Remy Sylado
  22. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas - Eka Kurniawan
  23. Ziarah - Iwan Simatupang
  24. Negeri Senja - Seno Gumira Ajidarma
  25. Kitab Omong Kosong - Seno G A
  26. Tarian Bumi - Oka Rusmini
  27. Sepatu Dahlan - Khrisna Pabichara
  28. Ai - Winna Effendi
  29. Namaku Hiroko - N H Dini
  30. Surat Untuk Ruth - Bernard Batubara

Dia dan Aku - Sitor Situmorang


Akankah kita bercinta dalam kealpaan semesta?
- Bukankah udara penuh hampa ingin harga? -
Mari, Dik, dekatkan hatimu pada api ini
Tapi jangan sampai terbakar sekali

Akankah kita utamakan percakapan begini?
- Bukankah bumi penuh suara inginkan isi? -
Mari, Dik, dekatkan bibirmu pada bisikan hati
Tapi jangan sampai megap napas bernyanyi

Bukankah dada hamparkan warna
Di pelaminan musim silih berganti
Padamu jua kelupaan dan janji

Akan kepermainan rahasia
Permainan cumbu-dendam silih berganti
Kemasygulan tangkap dan lari
Sitor Situmorang

Diberdayakan oleh Blogger.

Kenalan dengan saya disini!