Aku percaya sekali doaku didengar olehNya, begitu pula dengan kutuk dan ucapan tidak sengaja lainnya karena entah mengapa meskipun kata kataku habis untuk puisi tiga tahun terakhir, kata yang mengeja namamu tetap berbaris di lidah, gigi gigi dan tenggorokanku yang sakit.
Aku berdoa semoga kau dijauhkan dari air mata karena cinta yang kau berikan kepadanya harus berhenti besok. Aku berdoa semoga darah yang keluar dari matamu, semoga sakit hatimu sampai ke kepala, semoga cinta yang menipu engkau terus bertahan, membakar dirimu sampai mati.
Aku berdoa semoga engkau sanggup berdiri lagi dan mencintai orang lain, sebesar engkau mencintai cinta yang harus kau akhiri besok. Mencintalah engkau sampai mati, mencintalah sendirian karena engkau tidak layak dicintai karena tafsir dan perangaimu terhadap cinta.
Aku berdoa supaya aku memaafkan dirimu dan engkau pula memaafkan aku karena doaku hari ini. Semoga Tuhan memaafkan engkau. Aku berdoa hanya supaya dunia, bumi, pohon yang kusandingkan, kujadikan nama dan doaku tidak pernah memaafkanmu. Dibencilah engkau oleh air, tanah, bumi, udara, daun dan angin di dunia ini karena engkau tidak sanggup memahami yang sungguh sungguh ada dan tidak ada.
Aku berdoa perasaanku ini berhenti besok sebagaimana engkau juga harus berhenti. Jalanku masih panjang sementara nafasku berhenti, tiga tahun yang lalu di kamar, menangis karena tanggungan puisi. Karena engkau begitu membenci puisiku
Aku berdoa karena tulisan ini bukan sebuah puisi. Puisi menanggung amarahmu. Dan doa ini menanggung amarahku.
Jam tiga pagi.
Tiga tahun dan masih menghitung beberapa kali tiga lagi.
Sampai aku benar benar mengubur jenazah puisi, lukaku paling dalam, dan dosa mencintai yang amat berat.
Mazmur 79:9 Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Jam tiga pagi.
Masih beribu kali disalib berulang kali.
Mazmur 119:139 Nyala cintaku menghabiskan aku.
Judul : SINTAKSIS
Memahami Satuan Kalimat Perspektif Fungsi
Penulis : Miftahulkhairah Anwar dan Sakura Ridwan
Penerbit : PT Bumi Aksara
Tahun Terbit : Oktober, 2014
Tebal Halaman : 238 halaman
SINOPSIS BUKU
Ahli bahasa mulai menyadari banyaknya keragaman bahasa manusia dan mempertanyakan anggapan dasar mengenai hubungan antara bahasa dan logika. Untuk bisa menjelaskan bahasa secara logika, ditemukanlah aturan umum yang diterapkan pada setiap bahasa alami. Aturan tersebutlah yang dipelajari dan disebut sebagai ilmu sintaksis. Aturan umum yang dipelajari dalam sintaksis adalah dasar untuk membentuk kewacanaan. Sintaksis mengkaji hubungan antar satuan bahasa mulai dari frasa, klausa, kalimat, dan wacana.
Buku ini mengulas satuan-satuan bahasa tersebut mulai dari penjelasan, hubungan antar satuan, serta terdapat evaluasi berupa latihan di setiap akhir bab.
KELEBIHAN BUKU
Kelebihan dari buku ini adalah materi yang dijelaskan sangat detail dan dapat dipahami apalagi dengan adanya contoh-contoh oh yang dibuat dengan diagram pohon juga tabel. Ukuran buku yang hanya setebal 238 halaman sangat ringan dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Ukuran huruf juga tidak terlalu kecil sehingga tidak membuat mata lelah.
KEKURANGAN BUKU
Kekurangan buku ini adalah ada beberapa yang salah ketik sehingga buku ini memerlukan panduan dari ahli. Lalu ada kolom atau lembar untuk menulis jawaban untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di bagian latihan akan tetapi halaman tersebut (yang cuma 1 halaman) tidak cukup untuk menuliskan jawabannya.